17 Februari 2015 oleh Egie Restianda,S.Kom


Perkembangan CU di Kalimantan yang kian hari semakin dahsyat itu membuat Puskopdit BKCU Kalimantan harus menjadikan CU sebagai pilihan untuk mengembangkan ekonomi rakyat di Kalimantan, khususnya Kalbar. Pertimbangannya, kata AR. Mecer mengutif pendapat Rober T. Kiyosaki, uang itu bukanlah segala-galanya. Tetapi bisa menjadi alat untuk banyak hal. Uang itu hanya gagasan, sebuah ide. Jadi uang itu tidak riil. Karenanya gagasan itu bisa melayang di mana-mana. "Kenyataannya, uang itu ada di mana-mana: tanah, air, batu, pasir, rumput, bahkan kotoran ternak. Saya setuju bahwa uang adalah gagasan atau ide," ujar Mecer Ketua Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah (BK3D) Kalbar.

Tetapi, kata Mecer, mengapa mayoritas orang tidak punya uang? Tetapi manusia bisa mengerjakan apapun -- walaupun hasilnya kecil. "Itu berarti bahwa kita bisa mendapatkan uang dengan alat," papar Mecer.

Lebih lanjut dikatakannya, kadang-kadang orang tidak menyadari bahwa untuk menangkap uang itu perlu alat. "Salah satu dari alat itu adalah CU. Uang itu kembalikan ke CU supaya bisa dikendalikan. Uang juga perlu dikelola dengan baik. Alat untuk mengolah uang itu adalah CU. dari situ, kapan dan apa saja yang diperlukan bisa menggunakan CU," katanya lagi.

Pendapat lain dilontarkan oleh Silvester Ansel Urep, SE, MSc. Ia menilai CU telah terbukti berhasil menjadi pelopor dan mampu menumbuh kembangkan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat di Kalbar, khususnya masyarakat pedalaman. "CU juga telah terbukti mampu berperan sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi pedesaan yang merupakan basis ekonomi kerakyatan," tandas Dosen Fakultas Ekonomi dan Program Magister Manajemen Untan.

Menurut Ansel yang juga menjadi Ketua Pusat Kajian Kebudayaan Dayak Untan, CU sangat tepat dijadikan pilihan dalam pengembangan ekonomi rakyat. Pasalnya, CU itu sangat berbeda dengan lembaga keuangan lainnya. Kalau CU ada kemudahan yang diberikan kepada anggotanya dalam mengakses dana yang dibutuhkan untuk membiayai berbagai aktivitas ekonomi yang produktif. "CU bukan hanya melayani masyarakat yang ada di daerah perkotaan tapi telah merambah di daerah-daerah pedesaan. CU juga mempunyai kepedulian yang sangat tinggi terhadap nasib kelompok masyarakat masih terbelakang, yaitu dengan memberikan peran yang lebih besar kepada masyarakat dalam mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi," katanya.

Alasan lain mengapa CU menjadi pilihan dalam pengembangan perekonomian rakyat diungkapkan Munaldus dari Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Pancur Kasih. Sejak berdiri di Jerman pada pertengahan abad 19, CU telah terbukti berhasil memecahkan masalah kemiskinan dan bencana kelaparan di seluruh dunia. Kini CU memiliki jaringan kerja yang sangat kuat dan solid dengan 5 jenjang Gerakan Koperasi Kredit Dunia (GKKD), yakni (1) CU Primer, (2) Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah (BK3D), (3) Badan Koordinasi Koperasi Kredit Indonesia (BK3I) yang berpusat di Jakarta, (3) Asian Confederation of Credit Union (ACCU) yang berpusat di Bangkok, (4) World Council of Credit Union (WOCCU) di berpusat di Medison, USA.

Disamping itu, kata Munaldus, keberpihakan CU kepada masyarakat ekonomi lemah tidak diragukan lagi. "Di Kalimantan, khusus Kalbar, CU telah terbukti mengangkat harkat, martabat dan perekonomian para anggotanya," ujarnya.

Ungkapan senada disampaikan P. Florus, salah seorang penggagas berdirinya CU Pancur Kasih Pontianak. Menurutnya, CU adalah pilihan utama dalam penghimpunan modal (CU sebagai lembaga keuangan). Di satu sisi, CU bukan hanya sebagai lembaga keuangan yang menata modal ekonomi rakyat tapi juga dapat mengatur tata kuasa sumber daya alam dan tata produksi. “Di Kalbar, CU tetap akan berkembang dan terus menjadi pendorong utama gerakan ekonomi kerakyatan”, tuturnya optimis.

Keuntungan ber-CU diakui oleh Y.B.E Setiawan anggota CU Katulistiwa Bhakti yang sebelumnya sangat pesimis dengan gerakan CU atau koperasi umumnya. Seorang pemilik usaha Pangkalan Minyak Tanah berkat modal dari CU dengan keuntungan Rp. 3.750.000,- perbulan ini mengakui betul-betul terbantu dengan pinjaman dari CU.

Keuntungan ber-CU juga diakui oleh Valentinus Darus (baca profil sukses ber-CU), pemilik armada bis VALENTY. Ia pertama kali pinjam di CU Pancur Kasih Pontianak sebesar Rp 4 juta, dengan simpanan sebesar Rp 1,5 juta. Dengan menjadi anggota CU ia bisa memiliki 20 armada bis VALENTY. Devidennya pada tahun 2002 mencapai Rp 35 juta sehingga menjadi peraih deviden terbesar ke-2 di CU Pancur Kasih Pontianak. Kini rata-rata pendapatannya perbulan mencapai Rp 50 juta.

Karena itu pula, menurut hemat Mgr. Hieronimus Bumbun OFM. Cap, Uskup Agung Pontianak, akan lebih baik jika masyarakat bisa masuk CU. Sebab hanya CU yang bisa mendidik orang dalam merencanakan masa depan. Dengan masuk CU, orang bisa belajar menanbung, pandai mengelola ekonomi rumah tangga dan bisa menyekolahkan anak.

Agenda Kegiatan.
Data Perkembangan.
  • Per Januari 2020
  • 45.717 Orang Anggota
  • 140 Orang Manajemen
  • 29 TP TP
Polling.
  • Apakah Web CUDL sudah cukup memenuhi kriteria sebagai profil kantor lembaga kami ?

  • IYA — 92%

    TIDAK — 8%

Testimonial.

Muhammad aditia

4 hari yg lalu jam 19:46

Saya mau pinjam uang bisakah

Hubertus Selingga

11 Februari 2020 jam 09:29

Apa saja syarat menjadi anggota???

Apolonaris M

7 Februari 2020 jam 07:35

Logonya di update, namun syarat-syarat terkait menjadi anggota tidak di update. Ini website sepertinya tidak terurus

catur wijayanti

3 Februari 2020 jam 14:09

saya ingin mengajukan pinjaman. syarat dna ketentuannya bgmana ya

Hezekieli zai

3 Februari 2020 jam 13:28

Sy mau minjam dgn agunan sertifikat rumah, sy pengusaha, nilai agunan kira kira 2 milyar, sy butuh 500 jt, apa boleh ?, Sy blm anggota, domisili cikeas bogor

agus

31 Januari 2020 jam 00:41

Selamat malam pak ibu. mau nanya klo mau minjam ke cu. apa harus ada agunan.

Basuki rahmat

26 Januari 2020 jam 17:50

Setelah menjadi anggota,dan mebayar iuaran wajib dan sebagai nya, Apa bisa mengajukan pinjaman. Dan mohon penjelasan untuk pinjaman minimum dan maximum berapa, Serta setoran Tiap bulan nya berapa.

BAYU D PRAYOGA

19 Januari 2020 jam 10:33

saya mau pinjam uang untuk dana pernikahan apa bisa ?

Aan sumiati

8 Januari 2020 jam 21:51

Saya mau ajukan pinjaman

niko sinaga

11 Desember 2019 jam 20:45

sarat yah apa